BAB I
Cinta Oh Cinta!!!
Kala Cinta Datang Menggoda
Cinta
adalah kata-kata yang bercahaya,
ditulis
oleh tangan tangan yang bercahaya,
diatas
lembar yang bercahaya.
(Khalil Gibran)
Awal Ku Mengenal
Winda Safitri
Winda Safitri
Hai
manusia, Sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang
perempuan dan menjadikan kamu berbangsa – bangsa dan bersuku-suku supaya kamu
saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang
yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa
diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.
(QS. 49. Al-Hujuraat:13)
Kadang aku tak bisa mengatakan dan bercerita banyak tentang
diriku, Aku ingin
mencoba menceritakan tentang kisahku dengan dia yang kini sangat dekat denganku
dan perkenalan kami
bermula saat
aku menempuh pendidikan di Jogya.
Inilah
kisahku,,,
Pertama kali ku mengenalnya, berusaha ku kais dalam
ingatan. Sebuah Ingatan tentangnya dalam deretan kisah indah yang kumiliki
dalam hidupku.
Tiga tahun lalu, ku awali kisah rasaku saat ku mulai
mengenalnya. Berawal dari MIRC, waktu itu aku masih ingat ketika bulan puasa
tahun 2009. Seperti biasanya dulu aku sering chatingan mencari kenalan. Maklum
waktu itu masih jamannya chatingan melalui MIRC ria.
Tulisan kisah hati ku ini tentang awal mula aku mengenal
seorang yang bernama Winda. Ya, dia berasal dari kota lubuk pakam, 20 km ke
arah selatan kota Medan. Ketika saat itu aku masih semester 2 disebuah
Universitas Swasta di Jogya dan dia masih kelas 3 SMA di kotanya. Saya mengenalnya
lewat jejaring sosial di MIRC. Perempuan ini yang pada akhirnya menjadi
seseorang yang sangat berarti dalam hidupku.
Seperti yang sudah aku jelaskan di atas, waktu itu aku iseng klik username
Nadine, obrolan bersama Nadine cukup seru, komunikasi 2 arah antara kami bisa
terjalin dengan baik, sampai akhirnya ku dapati nomer hp nya. Nadine
berdomisili di Medan yang saat itu juga masih menduduki kelas 3 SMA.
Aku cukup kaget ketika ada sms yang mengatakan kalau yang sms aku hari ini
bukan Nadine, Dia adalah teman Nadine, sengaja Nadine berikan nomer temannya ke
aku karena menurutnya kami lebih cocok untuk menjalin pertemanan karena
persamaan agama, alasan ini menurut ku tidak begitu tepat, karena dalam
berteman tidak boleh membeda-bedakan perbedaan diantara kita. Karena dengan
perbedaan itulah kita akan bisa saling mengenal satu sama lain, tapi menurutku
sikap yang diambil Nadine itu tidak begitu masalah.
Waktu terus berlalu, Kini komunikasi tetap berlanjut. Namun kini ku sadari apa
yang terjadi, aku tau kalau teman yang sedang berkomunikasi dengan ku saat ini
bukan Nadine lagi yang semalam aku kenal melalui MIRC. Kita saling berkenalan,
pada waktu itu aku mengatakan nama ku Arya dari Yogyakarta dan menyebutkan
namanya Winda dari Lubuk Pakam.
Wah medan jauh yaa, dapat kenalan cewek jauh sulit sekali untuk bertemu
apalagi dijadikan pacar pikirku saat itu. Ya keinginanku dapat kenalan cewek
yang dekat-dekat saja tapi dapat kenalan cewek Medan, Hemmm… tapi gak apa-apalah.
Komunikasi kami semakin hangat, dia bisa memahami aku, begitupun
sebaliknya aku coba terus memahami dia, walau aku belum tahu siapa dia yang
sebenarnya, bagaimna bentuk fisiknya dan sebagainya, namun hal itu tidak pernah
ku permasalahkan, semakin lama hubungan kami semakin dekat, walau aku baru
mengenalnya beberapa hari, yang ku rasakan aku telah mengenalnya sudah cukup
lama.
Lalu karena penasaran, aku memintanya untuk bertukar foto.
Lalu kita saling tukar alamat Friendster, wuih ternyata dia punya Friendster
juga fikirku, heheee…. Ingat waktu itu jejaring social Friendster masih
terkenal.
Aku langsung membuka internet dan mencari akun
Friendsternya, perempuan cantik memakai jilbab putih dengan bibir tersenyum.
Aku langsung kirim sms padanya kalau aku sudah melihat fotonya memakai jilbab
putih, dan aku langsung keluarkan jurus gombal, kalau dia kelihatan cantik
sekali. hehee…
Aku dan Winda akhirnya semakin akrab dan sering cerita
curhat dan lainnya. Ehm... sepertinya aku terlarut dalam suasana, entah mengapa
aku merasa sangat nyaman saat SMSan ataupun telponan dengannya. Kami mencoba
untuk terus saling memahami, aku sangat kagum dengan tutur bahasanya yang
sangat sopan, lemah-lembut dan sederhana, ku yakin dia sesosok wanita
yanng mempunyai budi pekerti yang luhur.
Aku pernah bertanya tentang masa lalunya, apakah sudah
punya pacar atau belum. Aku dan Winda semakin dekat dan aku sudah berani merayu
Winda agar mau menjadi pacarku. Dia yang telah membuatku jatuh cinta.
Walau kita belum pernah bertemu langsung, sebagai
laki-laki wajarlah aku mengeluarkan jurus gombal agar menarik hatinya. Up’s
ketauan dech sekarang, hahaaa…..
Seiring itu timbul perasaan sayang di hatiku kepadanya,
ternyata dia mempunyai perasaan yang sama terhadapku. Dan ketika Winda bertanya
kepadaku apa aku benar-benar ingin sekali menjadi kekasihnya dengan menerima
segala kekurangannya, akupun menjawab apapun kekuranganmu aku akan terima.
Sampai akhirnya kami memutuskan untuk berpacaran, pada hari itu tanggal 05 Juli 2009.
Dia memang bukan pacar pertamaku, tapi baru inilah aku
merasakan indahnya pacaran. Mungkin cinta kami ini bisa dikatakan cinta monyet
karena kami masih sangat mudah untuk menjalin hubungan yang serius, lagi pula
kami belum begitu banyak saling mengenal.
Setelah bersamanya, aku merasakan hari-hari ku begitu indah. Aku sangat bahgia!
Karena masa – masa bersamanya adalah masa yang SUPER INDAH..!!! Menyenangkan
dan Membahagiakan.!!
Seringkali kami saling bertanya, kapan ya kita bisa bertemu? Apa mungkin kita
bisa bertemu sedangkan jarak yang memisakan kita sangat jauh antara Jogyakarta
dan Medan. Namun kami yakin suatu saat nanti kami akan dipertemukan walaupun
sebelum itu pasti akan banyak rintangan yang harus kami hadapi dan kami
lalui.
Hari demi hari kami lewati, walau dengan hubungan jarak
jauh namun tidak menyurutkan cinta kami, hubungan kami dilakukan hanya
dilakukan melalui telepon dan sms, kadang kami saling menelepon hingga larut
malam, bahkan pernah sampai pagi. Hanya perbincangan ringan yang biasa kami
bahas, mendengarkan cerita dan curahan hati diantara kami berdua membuat
suasana semakin menarik. Kadang dia sedikit manja, akupun begitu.
Kami belajar untuk saling terbuka diantara keduanya,
apapun kegiatan yang sedang atau yang sudah berlalu selalu kami perbincangkan.
Dari hal yang biasa sampai hal yang cukup serius, dari hal itulah aku bisa
mengetahui masa lalu nya. Begitupun dengan dia, akupun selalu menceritakan
tentang masa laluku, ternyata kami berasal dari latar keluarga yang sama,
sama-sama harus survivel untuk hidup. Hal ini pula membuat aku semakin merasa
sangat cocok dengan dia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar