BAB II
Cinta
Itu Buta
Tangga-Tangga
Cinta
Cinta
tak akan tercapai kecuali dengan pemahaman(ma’rifah). Sementara itu, pemahaman
tidak akan tercapai melainkan dengan pemaknaan (tafakur)
(Imam
Al-Ghazali)
Pergi
dan Kembali
Subhanallah,
terbuka mata hatiku takkala syair hidup ini malantunkan ayat-ayat cinta-mu.
Subhanallah, maka nikmat-Mu yang manakah yang akan kami dustakan?
(Inspirasi
Ayat-Ayat Cinta)
Seiring berjalannya waktu, tak terasa 2 tahun telah
berlau. Ada suatu peristiwa yang membuat kami harus berpisah, bisa di katakan
putus. Dan detailnya tidak akan ku ceritakan disini, karena memang putusnya
karena akibat kesalahn ku, karena ku selingkuh dengan cewek lain dan itu sudah
aku lakukan berulang kali. Namun ku tetap berharap untuk selalu bersamanya,
bisa bersamanya selamanya. Setelah itu tidak ada komunikasi darinya. Hal ini
berlangsung selama beberapa bulan. Di masa itu saya benar – benar tidak ada
berhubungan lagi dengannya.
Walaupun di saat itu aku sedang menjalin kasih dengan wanita lain. Entah kenapa
hati ini merasa kehilangan akan sesosok kepribadian yang begitu lembut, yang
dulu selalu menemaniku dalam kesendirian, Entah kenapa hati ini sellau
merindukannya, sangat amat merindukannya..
Kini ku sadar, bukan dia yang saat ini bersamaku yang
tulus menyayangiku, tetapi kamulah yang menyayangiku dan mencintaiku dengan
tulus tanpa adanya kebohongan. Jujur, aku menyesal setelah kamu benar-benar
pergi meninggalkanku disini bersama bayanganmu. Kau telah jauh, semakin terasa
jauh dariku.
Aku menyesal telah membuatmu kecewa, padahal aku tak
bermaksud mengecewakanmu. Aku menyesal lebih memilih dia di banding kamu yang
jelas-jelas kekasihku. Kamu selalu menjagaku, menyayangiku, dan aku sia-siakan
begitu saja. Mengapa aku sebodoh ini?
Aku tak pernah membalas semua kebaikanmu padaku, dan aku
tak pernah menyayangimu seperti kamu yang selalu menyayangiku. Bahkan aku
selalu melampiaskan semua amarahku padamu, dan anehnya kamu yang meminta maaf
padaku. Seringkali aku membohongimu seringkali aku berkencan bersama dia tanpa
sepengetahuan kamu, dan itu berarti aku sering bermain di belakangmu.
Jika aku mengingat itu semua, beribu-ribu penyesalan
selalu menghampiriku. Apakah kamu terluka karena ku?
Aku benar-benar menyesal telah membuatmu kecewa.
Dengan memikirkan tentangnyamu ku bisa tersenyum, ku
berharap dan seringkali ku khayalkan hal yang indah tentangku denganmu. Semua
hanya sebatas harap dan khayalan.
Di dalam mimpiku, engkau selalu ada untukku, dan kau
milikku. Tapi ternyata, di dalam kehidupan nyata, engkau hanyalah mimpi dan aku
sulit menggapaimu kembali. Namun walau hanya demikian, hal telah memberikan
berjuta percikan kebahagian dan semangat dalam diriku. Aku selalu berharap
suatu saat ini kami bisa dipersatukan kembali.
Aku menangis sejadi-jadinya di dalam heningnya malam, atas
dasar bahwa aku memang benar mencintaimu.
Hidup pun berjalan seperti biasa, dan sekali lagi tanpa perlu dijelaskan
detailnya. Kisahku belum berakhir begitu saja, pertengahan bulan April, Bisa
terbayangkan betapa senangnya yang kurasakan saat saat kami bisa
berkomunikasi lagi. Semuanya semakin indah terasa saat ku tau kalau dia masih
mencintaiku, dia mempunyai perasaan yang sama seperti ku.
Tidak akan pernah ku lupa dan akan selalu ku syukuri, sebuah kesempatan yang
Allah berikan padaku. Aku masih tak percayainya, sebuah kenyataan yang tak
mudah kupercaya namun tak terpungkiri ku benar-benar sangat bahagia. Allah
punya banyak cara untuk menjawab doa. Namun satu hal yang seLaLu aku yakini
adaLah tak ada satu doa pun yang tidak di dengar olehNya. Akhirnya, kami jadian
lagi setelah aku berpisah dengan pacarku.
Dia yang begitu sempurna bagiku, banyak orang yang
menyukainya, kusadari itu. Jika dia ingin pasti dia tidak akan menerima
ku, dia bisa mendapatkan yang lebih layak dariku padahal dia sudah mengetahui
semua kekurangan ku, semua aib-aibku. Sungguh mulia hatinya sudi menerma ku
lagi. Aku sangat bersyukur, Allah telah mengabulkan doaku selama ini.
Cintanya
begitu tulus dan jujur untukku...
Kuingin
berubah, demi diriku dan demi dirimu yang kucintai Winda Safitri. Takkan
ku sia-siakan hidupmu lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar