BAB III
Menjemput
Bunga dan Bidadari
Hatiku
Bergetar Karena Dia
Pada-Mu, ku titipkan secuil asa…
Engkau berikan selaksana Bahadia
Pada-Mu, ku harapkan setetes embun cinta
Engkau Limpahkan Samudera cinta
(Ayat-Ayat
Cinta)
Carrefour
Citra Garden
26
Juli 2012
Cinta adalah kabut diantara pecinta
(Khalil
Gibran)
Tiga tahun sudah ku lewati, tak
terasa sudah banyak cobaan dalam perjalanan kisah cinta ku… Berawal saat aku
harus ke medan untuk mengikuti Kuliah Kerja Praktek, Pelatihan itu dilaksanakan
di Labuhan Batu, Medan 28 Juni – 08 Agustus 2012.
Aku mendapatkan
tiket penerbangan hari kamis 26 Juli 2012 pukul 08:00 wib menggunakan maskapai
penerbangan Merpati Air untuk menuju medan, dari bandara Adisucipto Yogyakarta
ke bandara Polonia Medan, yang sebelumnya aku harus transit terlebih dahulu di
Batam sebelum tibanya diMedan. Setibanya di Bandara Polonia Medan, ketika itu
waktu menunjukan pukul 12:00 wib, langsung ku kabari dia, cu coba sms, ku coba
telpon, berharap dia akan segera datang untuk menjemputku. Namun ternyata
kegiatannya hari ini sangat padat sehingga dia belum bisa menjemputku saat ini,
lagipula jarak antara dan tempat kegiatannya cukup jauh dan akhirnya dia
menyarankan ku untuk menunggu di Carrefour Citra Garden sehingga hal itu
mempemudah untuk kami bertemu.
Aku
bergegoisiasi dengan sopir taxi dan akhirnya aku memilih bentor sebagai
kendaraan, karena ongkos yang ditawarkan lebih cocok. Ini kali
pertamanya aku naik bentor. Hem… katrok kali yak aku naik bentor saja baru kali
ini. Heeee…
Akupun langsung menuju Carrefour Citra Garden.
Tidak beberapa lama berkendara
menggunakan bentor, sampai lah aku ditempat yang ditentukan yaitu Carrefour
Citra Garden yang terletak kawasan sebelah komplek perumahan cukup ellit
yang letaknya tidak begitu jauh dari bandara Polononia.
Dengan bersabar aku menunggu, walau sudah lebih dari 1 jam aku berada didepan Carrefour
Citra Garden, dia masih belum datang juga hanya saja dia memberi kabar
melalui sms yang memberitahukan kalau dia sedikit akan terlambat untuk datang
dikarenakan kegiatannya yang begitu padat, aku pun bisa memahami hal itu dan
terus bersabar menunggu. Siang itu, matahari bersinar begitu teriknya. Hawa di
luar terasa begitu panas sampai ahirnya aku memutuskan untuk menunggunya
didalam Carrefour sambil sedikit mencari suasana yang sejuk karena mentari
begitu terik.
Tidak
begitu lama aku berada didalam, tiba-tiba hp ku berbunyi, ternyata dia yang
menelpon ku. Dia langsung bilang “Abi dimana? Umi sudah didepan... (Umi itu
panggilan aku ke dia, dan Abi adalah panggilan dia ke aku).
Dag,
dig, dug… jantung ku berdetak begitu cepatnya, seakan-akan aku sedang berlari
kencang, Antara perasaan kaget, senang, penasaran serta takut bercampur tak
karuan. Langsung ku matikan telepon dan segera ku temui dia.
Ku
coba perlahan menemui dia. Subhanallah, segala puji bagi Allah terucap dalam
hati dan rasa syukur yang tak terhingga, saat ku pandang kedua bola mata
miliknya, dia hanya tersenyum dan tersipu malu sambil menundukan pandangannya.
Um...i, Ass...saalamualaikum, ku ucapkan salam dengan terbata-bata dikarenakan
aku sangat gugup pada saat itu, (maklum, ini pertemuan kami yang pertama). Dia
pun membalasa salam ku “Waalaikumsalam Abi” sambil kembali menundukan
pandangannya. Di matamu aku melihat kedewasaan, kelembutan, keikhlasan serta kejujuran,
itulah yang aku suka dari dirinya.
Suaramu lembut bagaikan nyanyian angin yang merdu dan berhembus di
telingaku. Bila engkau tersenyum maka bibirmu yang mungil kecil itu akan
tersungging manis, begitu halus
dan sopan tutur katamu... begitu santun pula nada bicaramu... begitu bijak
kata-katamu.
Aku benar-benar beruntung bisa mengenalmu WINDA SAFITRI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar