BAB IV
Ehm,
Jatuh Cinta Lagi
Ada Hati Yang Terjaga
Hidup ini indah bagi orang beriman.
Akhirat dicintai oleh orang yang bertakwa.
Merekalah orang yang berbahagia.
(Aidh
Al-Qarni)
Kisah Bersama Hujan
Seandainya kehadiran ku di dalam hidupmu
sebagai cahaya, tetapkan lah aku untuk terus di dalam hatimu, untuk menyinari
kehidupanmu
(Inspirasi
dari Ayat-Ayat Cinta)
Ketika aku datang aku disambut baik olehnya dan keluarganya. Aku benar-benar merasa senang.
12 Agustus 2012, hari ini dihari minggu. Hari dimulai
seperti biasa. Langit cerah berawan, udara mengembuskan rasa panas di
kepala, apalagi saat ini kami sedang berpuasa. Sebuah suasana yang biasa di
musim kemarau di kota Medan.
Aku pun memutuskan untuk mengajaknya jalan-jalan ke sebuah
Carrefour di kota Medan.
Perjalanan dimulai, untuk sampai mketempat tujuan
kami harus 2x naik angkot. Angkot pertama tiada memberikan kesan yang berarti.
Biasa, biasa sajalah. Di angkot kedua, kisah ini mulai sedikit menarik,
Saat berada dalam angkot kedua, si hujan mulai turun dari rumahnya yang
empuk di awan sana.
Awalnya hanya berupa rintikan-rintikan kecil sih yang tak
begitu berarti. Namun, dalam waktu yang tak begitu lama, si hujan berubah pikiran.
Ia turun dengan deras dan kejam. Dideru angin dan hawa dingin, ia memeluk
setiap makhluk yang ada di jalanan. Walaupun aku tidak sedang ada di jalanan,
tapi di dalam angkot. Angkotnya bocor! Pinggir jendela, atap dan lantai angkot
itu meneteskan air, ah paya hari ini si hujan yang kurang bersahabat.
Alhasil tubuh aku dan dia pun dipeluk oleh si hujan.
Sebuah pelukan yang dingin menusuk tulang. Untung saja tubuh kami tidak terlalu
basah, hanya sedikit lembab.
Sesampainya di Carrefour, kami pun turun menembus hujan
hujan turun begitu derasnya. Cukup lama kami berada di Carrefour karana ada
barang yang harus ku cari dan ku beli.
Tiba-tiba jantungku dag dig dug saat pertama kali aku
menggandengnya ketika kami turun Lif. Tatap matanya memancarkan cinta, walau
kami tidak bisa terlalu dekat karena di tempat umun selain itu juga pada saat
itu ada sepupunya yang ikut dalam perjalanan kami, (aku sampai lupa
memperkenalkannya. Dia adalah Vicky). aku agak malu pula kalau di lihat (ehm,,,
padahal aku ingin sekali memeluknya ketika itu, hehee).
Akhirnya kami pun pulang, hujan diluar sana juga sudah
redah. Kami harus 2x lagi naik angkot untuk tiba dirumah. Di angkot yang kedua
ada seorang ibu yang tanya, ini anaknya ya tertujukan ke Vicky? Padahal itu
sepupu. Apa mungkin ya kami berdua sudah pantas berkeluarga sehingga sampai ada
seotang ibu yang mengira kami sudah menikah bahkan sudah punya anak.
Ehm….Menikah memang yang aku inginkan bersamanya.
Setelah turun dari angkot itu, aku mengajaknya untuk mampir dulu ke Pajak, ada
Sesutu yang aku mau beli. Mungkin karena kelamaan di Pajak akhirnya
magrib pun tiba sebelum kami sampai rumah. Untung kami tadi ada membeli minuman
saat di Carrefour jadi kami bisa berbuka puasa di Becak.
Abi jangan pakai tangan kiri, up’s aku lupa saat itu aku minum pakai
tangan kiri. Dia langsung menegurku, begitu telitinya dia hingga hal-hal kecil
seperti inipun dia perhatikan. Makin kuat rasa keyakinan dihatiku bahwa dialah
yang terbaik untukku.
Aku senang sekali hari ini, bisa menghabiskan hari
bersamamu kasihku, Winda Safitri...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar